LETAK GUNUNG PURBA
Gunung Nglanggeran terletak di kawasan Baturagung di bagian utara
Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk dengan
jarak tempuh 22 km dari kota Wonosari. Kawasan ini merupakan kawasan yang
litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki
keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil
penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan gunung Nglanggeran adalah gunung
berapi purba. (Dikutip dari http://gunungapipurba.com/kondisi-geografis-nglanggeran/)
JALUR PENDAKIAN
Pendakian Gunung Api purba
hanya memiliki satu pos yaitu Pos 1 yang berada pada ketinggian 300mdpl. Adapun
jarak tempuh sampai ke puncak sekitar 1-1,5 jam. Jalurnya pun mudah dilewati sebab sudah dibangun tangga-tangga kayu. Satu hal yang menarik saat
saya mendaki di gunung ini adalah setiap beberapa meter di jalur pendakian
terdapat cukup banyak papan-papan kayu petunjuk arah yang juga berisi motivasi dan
sentilan nasehat untuk menyayangi lingkungan di sekitar gunung.
| Pendaki yang hendak turun dari Gunung Api Purba melewati papan petunjuk yang ada di jalur pendakian |
| Pendaki berfoto di samping papan petunjuk yang ada di jalur pendakian Gunung Api Purba. |
Di sepanjang jalur pendakian pun terdapat cukup banyak tempat-tempat untuk beristirahat bagi pendaki yang lelah. Jalur pendakian di Gunung Gunung Purba unik sehingga pendaki tidak
bakal tahan untuk tidak berfoto di setiap jalur. Salah satu hal unik adalah
batu besar yang bercelah dan lorong sumpitan.
Batu Besar Bercelah
Batu besar bercelah merupakan beberapa tumpukan batu-batu besar dimana
batu yang berukuran paling besar berada di paling atas dari batu-batu yang
lain. Batu ini memiliki celah yang cukup besar sehingga pendaki pun bisa
berfoto di celah batu besar tersebut.
| Beberapa pendaki berfoto di celah-celah tumpukan batu besar |
Lorong Sumpitan
Lorong sumpitan merupakan lorong sempit yang diapit oleh bebatuan
besar. Lorong ini hanya bisa dilewati oleh satu orang. Jadi apabila dari atas
ada pendaki yang akan turun dan kita ingin naik maka kita harus menunggu agar
pendaki dari atas turun terlebih dahulu.
Bagi pendaki yang ingin melewati jalan yang mudah dan aman maka disarankan untuk melewati Lorong Sumpitan. Namun, bagi pendaki yang ingin tantangan bisa lewat jalur
berbatuan yang berada di atas Lorong Sumpitan. Tapi harus ekstra hati-hati kalau mau lewat
jalur berbatuan ini, karena jalur ini cukup berbahaya dan kalau tidak hati-hati bisa
jatuh. Bagi yang tidak memiliki nyali kuat disarankan untuk tidak melewati jalur ini. Pengalaman saya kemarin, saya lewat jalur berbatuan ini dan alhamdulillah gak kenapa-kenapa...hehe
| Seorang pendaki melewati jalur berbatuan yang berada di atas Lorong Sumpitan |
Dari jalur berbatuan yang ada di atas Lorong Sumpitan ini, apabila kita menengok ke bawah, kita bisa melihat pendaki yang sedang melewati Lorong Sumpitan.
| Seorang pendaki melewati Lorong Sumpitan (Foto ini diambil dari jalur berbatuan di atas Lorong Sumpitan) |
Pos I
Setelah melewati lorong sumpitan tak lama kemudian kita akan sampai di
PosI. Dari Pos I, kita sudah bisa melihat indahnya Jogjakarta.
| Pemandangan di Pos I Gunung Api Purba |
Puncak
Dari atas puncak, kita bisa melihat Embung yang letaknya tidak jauh dari Gunung Api Purba.
Sekian sedikit cerita saya tentang pendakian di Gunung Api Purba, semoga artikel ini bisa membantu dan bermanfaat bagi teman-teman yang tertarik untuk mendaki di Gunung Api Purba. Jangan lupa untuk tetap menjaga kekayaan alam yang ada di Indonesia. Mari kita mulai dari diri sendiri. Mari biasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Keep it clean guys.
